Banda Aceh Targetkan Tambah 20 E-Parkir   Administrator         10 Januari 2018         00:47:29         107x

BANDA ACEH - Pemko Banda Aceh melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menargetkan membangun 20 titik e-parkir (parkir dengan sistem elektronik) dalam lima tahun ke depan. Pembangunan e-parkir itu bertujuan untuk menghindari kesemrawutan dan menambah pendapatan asli daerah (PAD).

Kabid Lalu Lintas Dan Angkutan Dishub Banda Aceh, Zubir, kepada Serambi kemarin mengatakan, pembangunan 20 titik e-parkir itu sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Banda Aceh. Pembangunannya akan dilakukan secara bertahap hingga tahun 2022.

“Pembangunan e-parkir untuk menertibkan sistem perparkiran dan kelancaran lalu lintas. Nanti akan dibangun di depan deretan pertokoan yang tersebar dalam beberapa lokasi di Banda Aceh,” ujar Zubir.

Dia merincikan, beberapa titik yang akan dibangun e-parkir yaitu kawasan Jalan Panglima Nyak Makam Lampineung, Jalan Ali Hasyimi Pango, Mr Muhammad Hasan Batoh, hingga Jalan Sultan Iskandar Muda Ulee Lheue. Menurut Zubir, dalam satu kawasan berkesempatan dibangun beberapa e-parking, sesuai dengan kepadatan dan kesesuaian lokasi.

Saat ini Pemko Banda Aceh baru mendirikan satu unit e-parkir di Kawasan Lampineung. Namun, kata Zubir, di tahun 2018 tidak ada e-parkir yang ditambah, karena tidak ada dana yang dianggarkan untuk proyek tersebut. Kecuali, lanjutnya, Dishub mendapat dana pada APBK-perubahan 2018.

Selain e-parkir, rencananya Pemko Banda Aceh juga akan membangun satu gedung khusus parkir di Kawasan Peunayong. Sebab, Kawasan itu sudah dipenuhi pertokoan dan tidak memiliki area parkir. Sehingga saat ini pemilik kendaraan memilih memarkir di badan jalan.

Zubir menambahkan, dibutuhkan anggaran Rp 1 miliar untuk pembangunan satu unit e-parkir. Sedangkan untuk pembangunan gedung parkir dibutuhkan biaya sekitar 10 hingga 15 miliar.

Dikatakan, keberadaan e-parkir dan gedung parkir di Banda Aceh memberi banyak dampak, yaitu dapat mengurangi kemacetan, menambah PAD, serta mewujud Banda Aceh sebagai smart city, dengan berinovasi ke sistem teknologi. Namun untuk mewujudkan itu, kata Zubir, pihaknya masih terkendala dengan anggaran dan adanya pemilik yang belum sepaham..

ANGGOTA DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, mengatakan, keberadaan e-parkir di Banda Aceh sudah sangat dibutuhkan untuk mencegah kemacetan dan kesemrawutan. Sebab, saat ini jumlah kendaraan dan unit usaha terus tumbuh, sehingga keberadaan lahan parkir sangat dibutuhkan.

Untuk mewujudkan pemerataan e-parkir di Banda Aceh, dia meminta adanya komitmen bersama di kalangan eksekutif, terutama wali kota, wakil wali kota, hingga Ketua Tim Anggaran Pemerintah Kota (TAPK) mengenai pentingnya program itu untuk Banda Aceh ke depan.

Ia menyayangkan tahun ini kelanjutan pembangunan e-parkir tidak dianggarkan lagi. Menurutnya, biaya tersebut memang tidak diajukan ke DPRK oleh TAPK, karena sebelumnya ada dilakukan rasionalisasi yang mengakibatkan dicoretnya biaya penambahan e-parkir. Padahal, kata Irwansyah, pihaknya sangat sepakat dengan rencana tersebut, guna memodernkan kota dan menambah PAD.

Namun terkait akan ditambahkan e-parkir, ia meminta Pemko juga memikirkan nasib tukang parkir yang pekerjaan tergusur, akibat digantinya tenaga manusia dengan teknologi. Menurutnya, PAD dari parkir itu harus dikembalikan lagi untuk pemberdayaan ekonomi.(mun)

KEPALA DINAS

kadisPuji syukur kehadirat Allah S.W.T dengan rahmat dan hidayah nya Official Web Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh dapat diselesaikan. Official Web ini dibuat dalam rangka mewujudkan Keterbukaan Informasi Publik di lingkungan Dinas Perhubungan dan untuk memenuhi ketentuan dalam Undang-undang No. I4 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik sebagai salah satu sarana dalam mengoptimalkan pengawasan publik  terhadap segala penyelenggaraan badan publik.

Dengan berbagai kekurangan dan keterbatasan, Official Web Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh kiranya diharapkan dapat bermanfaat dalam mengembangkan masyarakat yang informatif.

Drs. Muzakkir Tulot, M.Si

CALL CENTER