Dishub Gembok Delapan Mobil   Administrator         19 Oktober 2018         14:55:48         81x

WhatsApp Image 2018-10-17 at 10.11.19

BANDA ACEH - Sebanyak delapan mobil milik pribadi yang parkir di area terlarang digembok rodanya oleh petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banda Aceh, Senin (15/10). Dari jumlah tersebut, enam di antaranya digembok di Jalan T Daud Beureueh, sedangkan dua mobil lagi berada di Jalan Tgk Chik Di Tiro, tepatnya di bawah Fly Over Simpang Surabaya, Banda Aceh.

Informasi itu disampaikan Kepala Dishub Banda Aceh, Drs Muzakir Tulot MSi melalui Kabid Pembinaan dan Pengawasan Keselamatan, Sadli SSos kepada Serambi, kemarin. Dikatakan, mobil yang digembok itu lalu ditilang oleh personel Polantas Banda Aceh. “Setelah ada surat tilang baru kami lepas. Kami berkoordinasi dengan Satlantas dalam hal ini,” ujarnya.

Pemilik mobil tersebut melanggar UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pada Pasal 287 Ayat (3) Jo Pasal 106 Ayat (4) UU tersebut, disebutkan bahwa pelanggar bisa dipidana dengan kurungan paling lama sebulan atau denda paling banyak Rp 250.000.

Menurut Sadli, awalnya ada lebih dari 10 mobil diparkir sembarangan di Jalan Daud Beureueh. Namun sebagian besar langsung melarikan diri saat melihat petugas datang membawa gembok roda. “Mereka yang berada di dalam mobil atau dekat dengan mobilnya langsung kabur,” akunya.

Meskipun intens melakukan penindakan, Sadli menyebut belum ada penurunan yang signifikan terkait pelanggar parkir. “Kalau petugas tak mengontrol, pelanggaran parkir semakin parah. Terutama di jalan-jalan protokol yang merupakan area terlarang untuk parkir,” kata dia.

Disebutkan, 25 petugas Dishub tidak mampu meng-cover seluruh wilayah Banda Aceh setiap hari. Dia berharap lewat penindakan yang intens itu, kesadaran masyarakat bisa meningkat. “Kami tak henti-henti mensosialisasikan hal ini ke masyarakat agar tertib. Selama ini, kami bagi petugas menjadi tiga tim untuk memantau mobil yang parkir sembarangan,” imbuhnya.

Pada bagian lain, Kabid Pembinaan dan Pengawasan Keselamatan, Sadli SSos mengatakan bahwa pengendara sepeda motor (sepmor) juga kerap melanggar aturan parkir. Namun karena belum adanya gembok khusus sepmor, pihaknya baru bisa menempel stiker imbauan agar tidak parkir lagi di area itu.

“Sebenarnya bisa juga dilakukan penggembosan (pengempesan) ban sepmor atau memasang rantai di rodanya, lalu ditilang oleh polantas. Kami akan berlakukan perlahan, sekarang fokus ke mobil dulu,” jelas Sadli, dan mengaku saat ini pedestrian sering dijadikan tempat parkir roda dua.(fit)

KEPALA DINAS

kadisPuji syukur kehadirat Allah S.W.T dengan rahmat dan hidayah nya Official Web Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh dapat diselesaikan. Official Web ini dibuat dalam rangka mewujudkan Keterbukaan Informasi Publik di lingkungan Dinas Perhubungan dan untuk memenuhi ketentuan dalam Undang-undang No. I4 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik sebagai salah satu sarana dalam mengoptimalkan pengawasan publik  terhadap segala penyelenggaraan badan publik.

Dengan berbagai kekurangan dan keterbatasan, Official Web Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh kiranya diharapkan dapat bermanfaat dalam mengembangkan masyarakat yang informatif.

Drs. Muzakkir Tulot, M.Si