Pertemuan IMT-GT Jadi Penyemangat Warga Banda Aceh Wujudkan Kota Hijau   Administrator         09 Agustus 2018         15:27:04         55x

Banda Aceh – Wali kota Banda Aceh Aminullah Usman menaruh harapan besar dengan digelarnya pertemuan Sustainable Urban Development Workshop, 1St Green Cities Mayor Council Meeting and 3Rd IMT-GT Green Council Meeting di Banda Aceh.

Ajang yang dihadiri oleh para stakeholder dari tiga negara; Indonesia, Malaysia, dan Thailand ini dapat menjadi bagian dari ajang promosi Banda Aceh sebagai kota yang ramah lingkungan dan peduli akan ruang hijau. “Dengan diadakannya kegiatan ini di kota kami dapat menjadi penyemangat masyarakat Banda Aceh untuk lebih aktif dan nyata lagi dalam mendukung pengembangan Kota Hijau di Banda Aceh,” ujar Aminullah pada acara pembukaan pertemuan IMT-GT yang berlangsung di Hermes Palace Hotel, Rabu (8/8/2018).

Dalam pertemuan tersebut Aminullah juga mengatakan Pemko Banda Aceh terus berupaya  memperbaiki sistem pengelolaan limbah/sampah untuk menciptakan zero waste dengan menerapkan konsep 3R: reduce (mengurangi sampah), reuse(menggunakan kembali), recycle (mendaur ulang). “Selain itu, dalam menguatkan pengolahan sampah dan energi terbarukan, Pemerintah Kota Banda Aceh juga akan menggarap proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik berbasis teknologi ramah lingkungan di TPA Gampong Jawa,” ujarnya. Ia juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, memanam pohon, dan yang paling penting adalah menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar kita. “Oleh karena itulah saya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk terus mendukung dan berupaya untuk melakukan aksi nyata terhadap keberlanjutan aksi kota hijau,” ujarnya lagi.

Sebelumnya di tempat yang sama, Sekdako Banda Aceh Bahagia dalam laporannya menyebutkan Pertemuan IMT-GT Green Council Meeting akan dilaksanakan selama 2 hari, 8-9 Agustus 2018. Rangkaian acaranya antara lain Focus Group Discussion (FGD) para kepala Bappeda Kabupaten/Kota di Indonesia telah dilaksanakan Selasa (7/8) kemarin, sebagai awal dari pelaksanaan Konferensi IMT-GT di Banda Aceh.

“Tujuannya adalah untuk mengumpurkan data-data awal bagi penyusunan Sustainable urban Development Framework,” katanya. Dan pada hari ini digelar Workshop Sustainable Urban Development Framework yang diikuti oleh 250 peserta yang terdiri dari delegasi IMT-GT, Universitas lokal, aktivis lingkungan, SKPD dan para guru dari sekolah-sekolah. “Kami mengundang Gubernur Aceh sebagai Keynote Speaker pada workshop ini dengan tema: Memperkuat Jaringan Kota Hijau di Asia Tenggara”,” katanya, Sementara itu, pada hari kedua Kamis (9/8) besok, sebutnya, konferensi diisi dengan pertemuan yakni Green Cities Mayor Council Pertama pada pagi hari dan Pertemuan IMT-GT Green Council Meeting pada sore harinya. “Hasil dari workshop di hari pertama akan menjadi masukan penting di hari kedua untuk disahkan dan menjadi laporan akhir yang akan disajikan kepada menteri Indonesia, Malaysia, dan Thailand pada pertemuan Menteri IMT-GT ke-24 pada September 2018 mendatang di Melaka,” jelasnya. Pertemuan IMT-GT ini sendiri dibuka secara resmi oleh Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

Di antara tamu undangan terlihat hadir Asisten Deputi untuk Kerjasama Ekonomi Regional dan Sub Regional Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian Netty Muharni bersama sejumlah perwakilan pemerintah pusat lainnya serta para kepala daerah dari ketiga negara peserta IMT-GT. (Lia)

KEPALA DINAS

kadisPuji syukur kehadirat Allah S.W.T dengan rahmat dan hidayah nya Official Web Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh dapat diselesaikan. Official Web ini dibuat dalam rangka mewujudkan Keterbukaan Informasi Publik di lingkungan Dinas Perhubungan dan untuk memenuhi ketentuan dalam Undang-undang No. I4 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik sebagai salah satu sarana dalam mengoptimalkan pengawasan publik  terhadap segala penyelenggaraan badan publik.

Dengan berbagai kekurangan dan keterbatasan, Official Web Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh kiranya diharapkan dapat bermanfaat dalam mengembangkan masyarakat yang informatif.

Drs. Muzakkir Tulot, M.Si