Subsidi Trans Koetaradja Dilanjutkan   Administrator         06 Maret 2018         23:07:08         300x

Irwandi-Transkoetaradja

* Tahun Ini Pemerintah Aceh Plot Rp 7 M

BANDA ACEH - Pemerintah Aceh melanjutkan pemberian subsidi bagi bus Transkutaradja (Trans-K). Untuk keperluan itu, dalam RAPBA 2018 diplot dana sebesar Rp 7 miliar. Anggaran tersebut untuk membiayai operasional bus dimaksud di lima koridor yaitu Masjid Raya Baiturrahman (Kota)-Darussalam, Kota-Blang Bintang, Kota-Pelabuhan Ulee Lheue, Kota-Ulee Kareng-Blang Bintang, dan Kota-Ketapang-Mata Ie.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh, Drs Zulkarnain melalui Kabid Darat, Nizar kepada Serambi, kemarin, mengatakan, anggaran itu lebih banyak Rp 2,5 miliar dari sebelumnya yang hanya dialokasikan Rp 4,5 miliar. Tahun lalu, sebut Nizar, operator atau pelaksana operasional Trans-K adalah PT Harapan Indah. “Tahun ini apakah masih perusahaan itu, kita lihat saja nanti hasil lelang terbuka setelah Mendagri mengesahkan Pergub RAPBA 2018,” ungkapnya.

Dari tiga koridor pada tahun lalu dan yang operasionalnya dibiayai APBA 2017, menurut Nizar, satu koridor yaitu Kota-Darussalam sudah berakhir masa kontrak pembiayaan selama 12 bulan. Sedangkan dua koridor lagi yaitu Kota-Blang Bintang dan Kota-Pelabuhan Ulee Lheue, kontraknya baru berakhir pada Mei mendatang.

Untuk koridor Kota-Darusslam yang kontraknya berakhir pada Januari 2018, kata Nizar lama, operator tahun lalu yaitu PT Harapan Indah menyatakan siap menalangi dulu dana operasional dari Februari 2018 sampai dilakukan lelang dan penandatangan kontrak baru setelah Pergub RAPBA tahun ini disahkan Mendagri.

“Perhitungan kita, paling lambat bulan Mei nanti kontrak Transkutaradja untuk lima koridor sudah bisa dilakukan secara bersamaan. Tiga koridor merupakan lanjutan dan dua koridor baru,” ujarnya.

Untuk koridor baru (Kota-Ulee Kareng-Blang Bintang dan Kota-Ketapang-Mata Ie), Nizar meminta operator yang menjadi pemenang tender nanti agar menggunakan bus yang lebih kecil dari yang ada selama ini. Sebab, jalan di kedua koridor itu masih sempit. Sehingga ukuran bus harus disesuaikan dengan kondisi jalan.

Kabid Darat Dishub Aceh, Nizar, menyebutkan, total bus Trans-K yang ada saat ini sebanyak 30 unit. Sementara yang dioperasikan pada tiga koridor yaitu Kota-Darussalam, Kota-Blang Bintang, dan Kota-Pelabuhan Ulee Lheue, sebanyak 22 unit. Sedangkan delapan unit lainnya siaga di posko yaitu Terminal Batoh, Banda Aceh sebagai bus cadangan.

Jika koridor baru (Kota-Ulee Kareng-Blang Bintang dan Kota-Ketapang-Mata Ie) sudah difungsikan, kata Nizar, perlu tambahan bus minimal lima unit lagi. “Apa pengadaan bus tambahan itu dilakukan oleh Dishub atau operator yang memenangkan tender, kita lihat dalam perjanjian kontrak nanti,” ungkapnya.

Jika untuk koridor baru itu digunakan bus cadangan, menurut Nizar, hal tersebut sangat riskan. Sebab, jika ada dua bus yang mengalami gangguan, bakal ada koridor yang harus dikurangi busnya. “Kalau ini terjadi, jadwal tunggu bus Trans-K di terminal menjadi lebih lama dan warga yang menunggu jadwal bus juga akan bosan,” ujarnya.

Sehingga, tambah Nizar, bukan tak mungkin masyarakat akan kembali menggunakan kendaraan pribadi untuk berpergian ke kota dan sekitarnya. Dampaknya, arus lalu lintas di Banda Aceh akan macet lagi.(her)


Artikel ini telah tayang di Serambinews dengan judul Subsidi Trans-K Dilanjutkan, http://aceh.tribunnews.com/2018/03/06/subsidi-trans-k-dilanjutkan.

Editor: bakri

KEPALA DINAS

kadisPuji syukur kehadirat Allah S.W.T dengan rahmat dan hidayah nya Official Web Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh dapat diselesaikan. Official Web ini dibuat dalam rangka mewujudkan Keterbukaan Informasi Publik di lingkungan Dinas Perhubungan dan untuk memenuhi ketentuan dalam Undang-undang No. I4 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik sebagai salah satu sarana dalam mengoptimalkan pengawasan publik  terhadap segala penyelenggaraan badan publik.

Dengan berbagai kekurangan dan keterbatasan, Official Web Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh kiranya diharapkan dapat bermanfaat dalam mengembangkan masyarakat yang informatif.

Drs. Muzakkir Tulot, M.Si